Maret 29, 2013

Kehidupan dan sepenggal ceritaku

Aku termenung di hadapan mentari yang semakin senja. Menatap hamparan langit dengan gradasi indahnya yang menyimpan berjuta angan tersembunyi. Semilir angin menyadarkanku pada sebuah kenyataan. 


04:50 pm            

 Kali ini hariku tak seindah langit sore. Tidak seperti sebelumnya, hari ini aku dihadapkan dengan 2materi ujian yang bertolak belakang, namun sama berartinya; ujian sekolah dan ujian kehidupan.

 Kau tahu apa itu kehidupan? “Life is like riding a bicycle in order to keep your balance you must keep moving”. Begitulah sepenggal arti kehidupan yang aku ambil dari sebuah gambar tumblr :p




Apa kau ingin tahu apa yang dapat aku simpulkan dari kata “kehidupan”? Baiklah.. Tapi ingat, jangan tertawa atau memikirkannya terlalu jauh jika kau tidak ingin kepalamu pusing. Bagiku, kehidupan adalah sebuah siklus. Siklus dimana ada kalanya kita merasa bahagia, juga ada kalanya kita harus terjatuh dan sakit. Dan menurut definisinya, sebuah siklus tidak akan pernah berhenti, kita akan terus merasakan dua hal itu secara bergantian dan berkala; bahagia dan rasa sakit. Kau mengerti? Tidak perlu dimengerti, karena aku saja masih heran kenapa aku bisa menyimpulkannya seperti itu.


Dan aku, disini, masih merenungkan tentang apa yang baru saja aku alami dalam hidupku. Kejadian ini persis seperti kejadian yang aku alami setahun yang lalu. Hanya bedanya, dulu aku berada diposisi yang tersakiti, dan sekarang aku berada diposisi yang menyakiti, mungkin ---tapi percayalah, sebenarnya aku tidak ada niat untuk menyakiti siapapun, tapi sepertinya ada yang merasa tersakiti  karena kehadiranku---


Sungguh, kenyataan ini tak pernah bisa membuat hatiku tenang. Jika bisa diungkapkan dengan kata, menjadi yang “tesakiti” atau yang “menyakiti” itu sama sakitnya, begitulah menurutku. Karena perlu kau tahu, aku tahu benar bagaimana rasanya terluka dan kehilangan harapan. Dan sekarang, ada yang merasa tersakiti dengan kehadiranku di hidupnya. Coba pikirkan, Bagaimana bisa aku melihat seseorang yang terluka dan merasakan apa yang pernah aku rasakan tahun lalu, dan membiarkannya begitu saja. Sementara, untuk mengingat kejadiannya lagi saja aku tak mau; aku tidak sejahat itu....

Kalau bolh jujur, sejak menyaksikan pertengkaran itu, aku merasa sangat bersalah. Tidak sepatutnya memang aku masuk dan mencampuri urusan mereka. Tapi, dengar, di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Semuanya telah digariskan, dalam sebuah takdir. Karena semua yang terjadi dalam hidup kita bukan tanpa alasan. Yang tidak aku mengerti adalah kenapa harus aku? Dunia ini kejam. Takdir ini seakan menjebakku.


Kini, aku merasa sedikit lebih baik. Karena aku tahu, kini dia telah menemukan pengganti kekasihnya. Dari mana aku tahu? Sebenarnya, ---tolong jangan ceritakan kepada orang lain--- karena rasa bersalah itu aku sering menguntitnya melalu social media, hanya untuk memastikan saja keadaannya tidak semakin buruk.


Dan kau tau sekarang apa? ternyata aku salah. Aku salah karena telah menganggap dunia ini kejam dan takdir telah menjebakku. Karena setelah kejadian ini aku menemukan pelangi di balik hitamnya awan. Aku bahagia. Aku bahagia melihat orang lain bahagia. Daaaann… aku bahagia karena takdir telah mempertemukanku dengannya. Siapa dia? Belum saatnya kalian tau hehehe 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar