Februari 26, 2015

Dia Perwiraku #2

cerita sebelumnya: Dia Perwiraku #1

Hari berlalu dengan cepat, matahari beranjak pergi, sang purnama menggantung seorang diri tanpa pasukan bintang yang senantiasa menemani. Ya, malam ini langit sempurna tenggelam dalam kegelapannya. 

Aku sedang berjalan di tepian Kota, menyusuri jalan, sendirian. Bukan tanpa maksud aku menyusuri jalan ini, setelah seharian tadi di-sibukan dengan jadwal kuliah yang padat, perutku meminta haknya; mencari makan.

Februari 07, 2015

Dia Perwiraku #1

Hallo, 
saat kamu membaca cerita ini mungkin di tempatmu hari masih pagi, siang, sore ataupun malam. Yang pasti hariku disini masih pagi, saat matahari baru saja terbit dari ufuk timur, menggantikan bulan yang sudah terlebih dahulu pergi, malu. Selamat pagi.

Pagi, ketika hari baru dimulai, itu berarti hari yang lalu telah berhasil terlewati. Pagi, ketika harapan-harapan baru muncul, menggantikan harapan hari lalu yang belum sempat terwujud. Pagi, ketika kita harus kembali berpapasan dengan dunia, meninggalkan cerita di hari lalu.