July 10, 2015

Kehilangan.

Halo
kali ini aku mau cerita dari pengalamanku sendiri (tumben)

Aku lagi rindu sama seseorang yang nggak bisa aku temui
Eh tunggu, ini bisa aku sebut 'seseorang' nggak ya?

Dia ini dulu suka banget dengerin curhatanku,
dia juga yang paling bisa bikin aku kesel (alias sering gangguin aku kalo lagi tidur)
tapi kalau lagi kesel, dia juga yang bisa bikin mood aku balik lagi, soalnya lucu banget sih!
Dia itu kucingku, namanya Destin

Ah, aku suka sedih kalau ingat dia, pengin ketemu tapi nggak bisa
Gapapa kan kalau aku nangis?

Aku melihara Destin nggak lama kok, cuma beberapa bulan, itupun karena Tuhan ngejemput Destin buat pulang. Pulang ke surga.

Jadi ingat waktu pertama kali Destin dibawa  ke rumah sama papah , antara gemas dan masih takut hehe, maklum namanya juga baru pertama kali, jadi suka grogi (loh apa sih ini kan kucing?) 
Butuh waktu buat bisa deket sama dia sampai akhirnya kita bisa bener-bener deket.

Dari yang awalnya Destin masih malu-malu kucing (eh emang dia kucing), sampai akhirnya dia jadi songong. Ya gimana nggak, dulu waktu awal banget kalau dikasih makan aja kadang nggak abis, makin lama malah jadi suka minta makan mulu, sampai-sampai suka bangunin aku subuh-subuh buat minta makan doang.
Iya, dia masuk ke kamar dan loncat ke kasur terus ngeluarin suara yang sok imut nya itu. 

Makin lama, aku sama Destin udah kaya sahabatan, kalau aku lagi bete, aku pasti nyariin dia.
Aku juga paling suka ngegangguin dia kalau lagi tidur (tunggu, ini bukan pembalasan dendam), tapi emang dianya aja tukang tidur. Kucing tapi sifatnya kaya kebo. Kan aneh.

Dan peristiwa kehilangan ini hampir setengah tahun yang lalu, aku lupa tepatnya kapan.
Karena ada suatu urusan yang sangat penting, aku dan keluarga pergi ke luar Kota selama beberapa hari. Dan karena kondisi yang nggak memungkinkan, kami nggak bisa bawa Destin buat ikut, ya coba bayangin aja Destin dibawa dalam mobil selama 5-7 jam perjalanan, bisa-bisa mabuk darat kali itu kucing.

Akhirnya aku dan kakakku mutusin buat nitipin Destin di tempat penitipan hewan. 
Saat itu aku  nggak punya firasat apa-apa.
Dan selama di luar Kota pun, aku nggak kepikiran sama Destin sama sekali (maaf ya Destin), karena aku pikir dia bakal baik-baik aja.

Sampai akhirnya aku pulang ke rumah, di hari itu juga aku dan kakakku langsung menjemput Destin. Dan waktu kakakku ngeluarin Destin dari kandangnya, dia langsung heboh ngeliat Destin yang lemes banget, dikasih makan nggak mau, disuruh berdiri pun nggak bisa, cuma bisa tiduran doang (ah jadi sedih ngebayanginnya). Akhirnya kakak sm orang tua ku bawa dia ke dokter hewan. Dari dokter, Destin dikasih obat gitu, semacam cairan tapi nggak tau apaan.

Besok harinya aku kembali ke aktivitas biasaku; sekolah.
Pada hari itu, sepulang sekolah aku nggak langsung pulang, karena ada salah satu dari temanku yang berulang tahun, kami pergi ke tempat makan. Saat di tempat makan itulah aku dapat kabar yang tidak menyenangkan dari kakakku. Ia mengirim ku sebuah pesan melalui blackberry messenger.
Ndi destin mati
Sesingkat itu pesan yang aku dapat, tapi mampu bikin aku nangis seketika. Teman-temanku sontak memandangku heran. Aku bener-bener nggak peduli sekalipun aku sedang ada di tengah keramaian.
Hari itu juga Destin dikuburin di halaman depan rumah, sayang aku nggak bisa ikut nguburin. Padahal papah dan kakakku yang lagi kerja aja bela-belain pulang dari kantor cuma untuk nguburin Destin (ah, sekali lagi maaf Destin).
Aku yakin Destin masih sering main kok ke rumahku, ya walaupun aku nggak bisa lihat, dan mungkin aja sekarang dia lagi ada di pinggir aku ngeliatin aku nulis cerita ini, ya? mungkin aja kan?

Meminjam lirik lagu Let Her Go dari Passenger; Maybe one day you’ll understand why, Everything you touch surely dies. Ya, everything you touch surely dies; Semua yang kamu sentuh pasti mati.

Tapi kebanyakan dari kita belum siap dengan kehilangan dan kematian. Karena kita terlalu mempunyai rasa "memiliki" yang lebih. Kita lupa kalau yang kita punya itu cuma "titipan". Titipan dari siapa? Siapa lagi kalau bukan sang Maha yang menciptakan semuanya; Tuhan.

Dari cerita aku kali ini aku cuma mau berbagi dan ngingetin kalian semua supaya bisa lebih bersyukur dan menghargai apa yang masih dimiliki. Yap, karena kita nggak akan pernah tau kapan sesuatu itu akan hilang atau pergi. Jadi persiapkan diri kamu untuk waktu itu, ya! :)

Dan ini ada beberapa foto Destin buat kalian:

ini Destin kalau lagi tidur, lucunya minta digangguin banget
btw, itu yang di belakang Destin laptop loh bukan notebook, bisa bayangin kan gedenya kaya apa

2 comments: