Juni 29, 2016

Jatuhku















Dialog terakhir baru saja diucapkan. Lampu menyala menghidupkan ruangan. Genggaman terlepas. Nafasku menghempas.

Mulut mungkin tak terbuka, tapi jelas kata-kata mengudara. Menyatu dalam hening. Terpancar dari mata yang bening. Penuh cemas. Tak sanggup membiarkan lepas.
Tentangnya masih saja membayangi. Kau takut tersaingi, atau mengkin terkhianati? Entahlah. Satu hal yang perlu disadari, kaulah satu-satunya yang dicintai. Satu-satunya yang tak tahu diri masuk ke dalam mimpi setiap malam. Membuat aku rindu hingga nyaris demam.

Padamu,
aku telah jatuh,
sejatuh-jatuhnya.

Kau adalah panas. Aku adalah dingin. Bersama, kita saling meredakan.
Kau yang selalu cemas. Aku yang selalu takut. Bersama, kita saling mendoakan.

Bersamamu, adalah tentang mimpi. adalah tentang janji-janji. adalah tentang harapan. adalah tentang kita yang menanti masa depan.


Nindy, Jatuh

1 komentar: